Pertanian, Wisata & Sejarah

Sahang (Lada Putih): Warisan Emas Renyah dari Tanah Bangka - Menjaga Tradisi Sahang dan Kejayaan Muntok White Pepper

Sayyidah Mukharomah, Sri Wantoro, Renny Rosmawati, Icha Julianti, Nur Azizah | Dipublikasikan: 2026


Kebun Sahang Bangka

Jejak Sejarah dan Kilau Muntok White Pepper di Panggung Dunia. Sejak pertengahan abad ke-18, ketika Kesultanan Palembang dan pemerintahan kolonial Hindia Belanda mulai menggalakkan budidaya tanaman rempah, Pulau Bangka telah menorehkan nama besarnya di peta perdagangan internasional. Merek "Muntok White Pepper" menjadi garansi mutu lada putih terbaik di pelabuhan-pelabuhan Eropa dan Amerika. Nama "Muntok" sendiri diambil dari kota pelabuhan utama di Bangka Barat yang menjadi pintu gerbang pengapalan lada ke seluruh penjuru dunia.

Masyarakat Melayu Bangka menyebut tanaman lada (Piper nigrum L.) dengan sebutan Sahang. Sahang bukan sekadar tanaman budidaya pertanian, melainkan simbol ketangguhan, harkat hidup, serta identitas sosial-budaya yang mengakar kuat dari generasi ke generasi. Keunggulan mutlak sahang Bangka telah diakui secara resmi melalui sertifikasi Indikasi Geografis (IG). Cita rasa pedasnya yang tajam serta aromanya yang khas dan menusuk berasal dari tingginya kandungan piperin (zat aktif penentu tingkat kepedasan) yang mencapai 5% hingga 7%. Angka ini jauh melampaui rata-rata kandungan piperin lada dari negara produsen lain seperti Vietnam, India, atau Brasil yang hanya berkisar antara 2% hingga 4%.