ALAT TRADISIONAL

Kerito Sorong

Sayyidah Mukharomah, Sri Wantoro, Renny Rosmawati, Icha Julianti, Nur Azizah | Dipublikasikan: 2026


Jembatan 12

Konstruksi Teknis dan Aspek Materialitas. Pulau Bangka secara historis dikenal sebagai salah satu kawasan strategis dalam jaringan ekonomi agraris dan pertambangan di Nusantara, khususnya sejak dibukanya eksploitasi timah secara masif pada era kolonial Hindia Belanda abad ke-18 hingga abad ke-20. Perkembangan sektor ekonomi ini menuntut adanya mobilitas barang dan hasil bumi yang efisien. Namun, kondisi geografis pedalaman Bangka yang didominasi oleh topografi berpasir, rawa-rawa, serta jalur pedalaman berupa jalan setapak sempit di tengah hutan tropis menjadi hambatan utama bagi moda transportasi roda dua berpasangan atau roda empat

Dalam konteks adaptasi lingkungan dan teknologi lokal inilah Kerito Surong (kereta sorong) lahir. Sebagai alat angkut tradisional beroda tunggal yang terbuat dari kayu keras lokal, Kerito Surong menjadi bentuk jawaban teknologis masyarakat lokal terhadap tantangan medan geografis yang sulit dijangkau oleh kendaraan konvensional zaman tersebut.