MENU ARSIP DIGITAL - BERITA HUMAS - POKJA CABDIN II - PEMBINAAN KARAKTER
DAFTAR ISI
A. PROGRAM PEMBINAAN KARAKTER
1. Identitas Program
| Nama Program | : | GAS-SMANBAR (Gerakan Azan Siang SMAN 1 Mendo Barat) |
| Penanggung Jawab | : | Guru PAI dan Wali Kelas |
| Sasaran | : | Seluruh murid |
2. Latar Belakang
SMAN 1 Mendo Barat secara geografis terletak di lingkungan masyarakat religious sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang menjadi bagian dalam proses pendidikan pembentukan karakter murid. Selanjutnya, pendidikan di sekolah tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan secara akademik, melainkan juga pada pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik. Di tengah tantangan era modern, sekolah memegang peranan krusial untuk membentengi generasi muda dengan nilai-nilai spiritual yang kuat. Program Sholat Zuhur Berjamaah ini hadir sebagai langkah konkret sekolah dalam mengintegrasikan nilai keagamaan ke dalam ekosistem pendidikan harian, guna membentuk lingkungan belajar yang harmonis dan berkarakter.
Nilai utama yang disasar melalui program ini adalah penanaman Membentuk Karakter Religius, Menanamkan Karakter Disiplin, dan Menumbuhkan Karakter Tanggung Jawab pada diri setiap murid. Aspek religius dipupuk melalui pembiasaan ibadah wajib secara konsisten untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Sementara itu, nilai disiplin dan tanggung jawab terbentuk secara alami ketika murid secara sadar menghentikan aktivitas lain saat azan berkumandang, bersegera menuju tempat ibadah, dan tertib mengikuti seluruh rangkaian sholat berjamaah tanpa perlu dipaksa.
Keberhasilan gerakan moral ini tidak dapat bertumpu pada satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh elemen sekolah. Guru PAI bertindak sebagai fasilitator utama yang...
memberikan bimbingan syariat dan penguatan spiritual di mushola. Di sisi lain, Wali Kelas berperan penting sebagai penggerak harian yang memotivasi, mengawasi, serta menjalin komunikasi intensif dengan murid di kelasnya masing-masing, sehingga program ini dapat berjalan secara inklusif bagi seluruh murid.
Guna mendukung akuntabilitas dan modernisasi program, sekolah menerapkan sistem pemantauan berbasis teknologi modern. Setiap murid dibekali sebuah kartu fisik sebagai penanda kehadiran sholat, yang datanya kemudian direkam dan diintegrasikan ke dalam sistem presensi digital Learning Management System (LMS) Sekolah. Pemanfaatan LMS ini tidak hanya memudahkan guru dalam melakukan evaluasi, tetapi juga memberikan transparansi bagi orang tua di rumah untuk ikut memantau perkembangan spiritualitas dan kedisiplinan anak mereka secara berkala.
Melalui sinergi antara nilai spiritual, kolaborasi guru, dan dukungan teknologi, program Sholat Zuhur Berjamaah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara spiritual. Program ini menjadi fondasi penting bagi sekolah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap menghadapi tantangan masa depan, tetapi juga tetap teguh memegang prinsip-prinsip beriman dan bertaqwa sebagaimana tercantum dalam VISI sekolah dalam salah satu dari delapan dimensi profil lulusan sebagai Kompas arah proses Pendidikan di SMAN 1 Mendo Barat.
3. Tujuan Program
Program sholat zuhur berjamaah memiliki tiga tujuan utama, yakni: 1) membentuk karakter religious, 2)menanamkan karakter disiplin, dan 3)menumbuhkan karakter tanggung jawab. Selanjutnya diuraikan sebagai berikut.
3.1 Membentuk Karakter Religius
3.2 Menanamkan Karakter Disiplin
3.3 Menumbuhkan Karakter Tanggung Jawab
4. Rencana Kegiatan
Pelaksanaan program Sholat Zuhur Berjamaah diintegrasikan secara penuh ke dalam Struktur Kurikulum Sekolah sebagai bagian dari kegiatan pembiasaan karakter yang terstruktur. Program ini bukan merupakan aktivitas tambahan di luar jam sekolah (ekstrakurikuler), melainkan bagian integral dari alokasi waktu intrakurikuler atau...
kokurikuler yang telah ditetapkan dalam kalender akademik. Melalui kebijakan ini, sekolah memberikan jaminan regulasi bahwa setiap murid memiliki hak dan waktu yang cukup untuk melaksanakan ibadah tanpa mengorbankan jam pelajaran lainnya.
Secara teknis, kegiatan ini dilaksanakan setiap hari sekolah (Senin sampai dengan Jumat) yang disesuaikan secara presisi dengan jadwal waktu sholat zuhur wilayah setempat. Sekolah telah mengatur alokasi waktu khusus (blok waktu) di dalam jadwal pelajaran harian, berdurasi sekitar 30 hingga 45 menit, yang ditempatkan di antara sesi kelas mandiri atau menjelang istirahat kedua. Penjadwalan yang tersinkronisasi dengan sistem kurikulum ini memastikan seluruh elemen sekolah—baik murid, Guru PAI, maupun Wali Kelas—dapat bergerak bersama secara serentak, tertib, dan konsisten setiap harinya.
5. Strategi / Metode
Untuk memastikan program Sholat Zuhur Berjamaah berjalan secara efektif, konsisten, dan mencapai target pembentukan karakter yang diharapkan, sekolah menerapkan empat strategi utama sebagai berikut:
5.1 Integrasi Teknologi Melalui Ekosistem Digital (LMS)
Sekolah memanfaatkan teknologi sebagai alat kontrol utama akuntabilitas ibadah murid. Setiap murid dibekali kartu presensi fisik yang wajib dibawa ke mushola. Setelah pelaksanaan sholat, data dari kartu tersebut direkam dan diintegrasikan secara real-time ke dalam Learning Management System (LMS) Sekolah. Strategi digitalisasi ini memberikan kemudahan dalam pengolahan data, rekam jejak yang akurat, serta keterbukaan informasi yang dapat diakses langsung oleh orang tua di rumah untuk pengawasan bersama.
5.2 Pengawasan Kolaboratif Berbasis Lintas Peran
Keberhasilan program ini dikawal melalui pembagian tugas yang sinergis antara Guru PAI dan Wali Kelas. Guru PAI bertindak sebagai
pengarah substansi keagamaan, imam sholat guru pria terjadwal, serta koordinator pengisi kultum (kuliah tujuh menit) bagian dari kokurikuler untuk penguatan nilai religius. Sementara itu, Wali Kelas bertindak sebagai manajer lini depan yang melakukan pengkondisian murid di kelas sebelum ke mushola, mengawasi ketertiban barisan (shaf), serta memvalidasi keabsahan data presensi presisi harian murid di LMS.
5.3 Pendekatan Pembiasaan Terstruktur (Habituation Approach)
Pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab dilakukan melalui metode pembiasaan yang dipaksakan di awal (enforced), ditumbuhkan kegiatannya secara konsisten (habituated), hingga akhirnya menjadi kesadaran internal (internalized). Dengan memasukkan kegiatan ini ke dalam jam wajib kurikulum, murid dilatih untuk secara otomatis menghentikan segala aktivitas belajar mengajar ketika azan berkumandang dan langsung mengambil air wudhu tanpa perlu menunggu instruksi berulang-ulang.
5.4 Penerapan Sistem Apresiasi dan Pendampingan Khusus
Untuk menjaga motivasi dan komitmen murid, sekolah menerapkan sistem penghargaan (reward) melalui MAPEL PAI dan intervensi yang mendidik. Secara berkala (setiap bulan), sekolah akan memberikan apresiasi kepada kelas atau murid dengan tingkat persentase kehadiran terbaik di LMS. Sebaliknya, bagi murid yang memiliki catatan kehadiran rendah atau sering melanggar ketertiban, Wali Kelas bersama Guru PAI akan melakukan pendekatan persuasif dan pendampingan khusus untuk mengurai kendala yang dihadapi murid tersebut.
Berikut adalah gambaran Standar Operasional Prosedur (SOP) pembentukan karakter murid melalui sholat zuhur berjamaah di SMAN 1 dalam gambar 1. SOP tatakelola sholat zuhur berjamaah yang menggambarkan tahapan prosedur untuk dipedomani khususnya bagi wali...
kelas untuk mendorong kesadaran bersama untuk melaksanakan sholat zuhur berjamaah.
| 1. TUJUAN
| 2. CAKUPAN
Kepala Sekolah, Tim Rohis, Koordinator kegiatan, Wali Kelas, Koordinator Kelas, serta seluruh Peserta Didik SMAN 1 Mendo Barat.
| 3. DEFINISI
Tatakelola Sholat Zuhur Berjamaah adalah rangkaian prosedur terstruktur mulai dari persiapan sarana ibadah, mobilisasi peserta didik, pelaksanaan sholat berjamaah di sekolah, hingga pemeliharaan ketertiban dan kebersihan area mushola Darul Ilmi.
| 4. RINCIAN PROSEDUR KERJA
| NO. | TAHAPAN KEGIATAN / PROSES | TANGGUNG JAWAB |
|---|---|---|
| 4.1 | Persiapan Sarana & Kebersihan Tempat Ibadah | TIM ROHIS |
| 4.2 | Mobilisasi & Pengarahan Murid jam ke-7 | WALI KELAS |
| 4.3 | Pelaksanaan Sholat Berjamaah | PETUGAS IMAM |
| 4.4 | Rapikan Kembali Sarana Ibadah | TIM ROHIS |
| 5. ALUR TATAKELOLA SHOLAT ZUHUR BERJAMAAH
Persiapan Tempat Ibadah
Gambar 1. SOP tatakelola sholat zuhur berjamaah.
6. Sumber Daya
Keberhasilan dan keberlanjutan program Sholat Zuhur Berjamaah ini didukung oleh pengelolaan sumber daya yang optimal, yang meliputi aspek manusia, fasilitas fisik spesifik, serta alokasi finansial terarah sebagai berikut:
6.1 Personalia
6.2 Sarana Prasarana
6.2 Anggaran
Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah): Dialokasikan untuk peningkatan fungsi dan jumlah keran tempat wudhu untuk mengakomodir antrian, peningkatan fungsi tempat sholat murid perempuan, pemeliharaan berkala sound sistem, serta penggantian kartu kontrol sholat murid.
7. Indikator Keberhasilan
Untuk mengukur efektivitas dan keberhasilan program Sholat Zuhur Berjamaah dalam membentuk karakter murid, ditetapkan beberapa indikator capaian program. Berikut adalah rumusan Indikator Keberhasilan Program yang disusun secara terukur (kuantitatif) dan deskriptif (kualitatif) berdasarkan tiga pilar karakter utama serta aspek manajemen program:
7.1 Aspek Pembentukan Karakter Religius
Kuantitatif: Target 95% dari total murid hadir dan melaksanakan Sholat Zuhur berjamaah secara rutin setiap hari berdasarkan rekaman data di LMS Sekolah (diukur melalui data presensi sholat zuhur murid di LMS).
Kualitatif: Meningkatnya kesadaran beribadah murid yang ditandai dengan kekhusyukan saat sholat, tertib saat mendengarkan kultum, dan berkurangnya perilaku bergurau di dalam mushola (diukur melalui observasi lapangan).
7.2 Aspek Penanaman Karakter Disiplin
Kuantitatif: Menurunnya persentase keterlambatan murid masuk ke area mushola sebesar 80% dalam waktu tiga bulan sejak program diintegrasikan ke dalam LMS Sekolah.
Kualitatif: Terbentuknya kebiasaan murid yang sigap menghentikan aktivitas belajar atau istirahat saat azan berkumandang, serta tertib mengantre wudhu tanpa menimbulkan kegaduhan (diukur melalui catatan harian wali kelas).
7.3 Aspek Menumbuhkan Karakter Tanggung Jawab
Kuantitatif: Pencapaian 100% kepemilikan dan penggunaan kartu kontrol sholat harian secara aktif oleh seluruh murid yang divalidasi setiap akhir pekan.
Kualitatif: Meningkatnya kesadaran mandiri murid dalam menjaga kebersihan fasilitas bersama, merapikan kembali sajadah/mukena setelah digunakan, serta memastikan presensi digital mereka terinput dengan benar pada sistem LMS tanpa perlu pengawasan ketat.
8. Evaluasi
Evaluasi program Sholat Zuhur Berjamaah dilakukan secara berkala untuk mengukur ketercapaian target pembentukan karakter serta mengidentifikasi kendala teknis di lapangan. Proses evaluasi ini mencakup rekapitulasi mingguan data presensi digital pada sistem LMS oleh Wali Kelas, laporan bulanan dari Guru PAI mengenai ketertiban ibadah, serta rapat koordinasi triwulan bersama Kepala Sekolah guna membahas optimalisasi sarana prasarana penunjang. Hasil evaluasi ini menjadi dasar bagi sekolah untuk melakukan perbaikan berkelanjutan demi menjaga konsistensi mutu program.
Selanjutnya, aspek kualitatif dibagi kedalam rentang Sangat Baik, Baik, Cukup, dan Kurang / Perlu Bimbingan dan intervensi ditampilkan dalam tabel sebagai berikut:
| Kategori | Indikator Keberhasilan | Prosentase |
|---|---|---|
| Sangat Baik (A) | Konsisten hadir sholat berjamaah di mushola, menunjukkan kekhusyukan tinggi, tidak bergurau, dan tertib mendengarkan seluruh rangkaian kegiatan | Data di LMS 95%–100% kehadiran sholat |
| Baik (B) | Sering hadir sholat berjamaah mengikuti rangkaian sholat dengan tertib, meskipun sesekali masih perlu diingatkan untuk fokus saat kultum | Data di LMS 85% –94% kehadiran sholat |
| Cukup (C) | Jarang hadir sholat berjamaah atau sering terlihat kurang serius (mengobrol/bergurau) saat berada di dalam mushola | Data di LMS 75% –84% kehadiran sholat |
| Kurang / Perlu Bimbingan (D) | Sering tidak hadir tanpa alasan yang sah atau sering mengganggu kekhusyukan jamaah lain sehingga memerlukan pemanggilan khusus | Data di LMS di bawah 75% kehadiran sholat |
7.2 Aspek Menanamkan Karakter Disiplin
Kuantitatif: Penurunan angka keterlambatan murid menuju mushola, di mana seluruh murid sudah berada di area wudhu atau di dalam mushola maksimal 5 menit setelah azan selesai berkumandang dengan target Baik [70% – 79%].
Kualitatif: Terbentuknya budaya tertib tanpa paksaan, ditandai dengan kerapihan barisan (shaf) sholat, kepatuhan dalam memisahkan area laki-laki dan perempuan, serta keteraturan saat...
meletakkan alas kaki pada tempatnya. Selanjutnya, aspek kualitatif dibagi kedalam rentang Sangat Baik, Baik, Cukup, dan Kurang / Perlu Bimbingan dan intervensi disajikan dalam tabel 2 sebagai berikut:
| Kategori | Indikator Keberhasilan | Prosentase |
|---|---|---|
| Sangat Baik (A) | Selalu tiba di mushola/tempat wudhu tepat waktu (maksimal 5 menit setelah azan), merapikan sandal pada tempatnya, dan langsung membentuk shaf yang rapi | Data observasi dan dokumen 80%–100% kehadiran sholat |
| Baik (B) | Hadir sebelum iqamah berkumandang, mematuhi aturan pemisahan area jamaah, dan meletakkan alas kaki dengan cukup rapi | Data observasi dan dokumen 70%–79% kehadiran sholat |
| Cukup (C) | Sering datang terlambat (setelah sholat dimulai), atau berulang kali diingatkan untuk merapikan barisan dan alas kakinya | Data observasi dan dokumen 60%–69% kehadiran sholat |
| Kurang / Perlu Bimbingan (D) | Sering sengaja menunda waktu ke mushola hingga sholat hampir selesai, atau mengabaikan tata tertib umum yang berlaku di mushola. | Data observasi dan dokumen di bawah 60% kehadiran sholat |
7.3 Aspek Menumbuhkan Karakter Tanggung Jawab
Kuantitatif: Tingkat kehilangan atau kerusakan kartu presensi fisik murid berada di bawah 2% setiap bulannya, menunjukkan kepedulian murid dalam menjaga barang pribadi.
Kualitatif: Murid secara mandiri dan jujur menyerahkan kartu presensi sholat pada jam ke-8 kepada guru MAPEL yang pada saat itu mengajar, serta menunjukkan inisiatif untuk melapor kepada Wali Kelas jika terjadi...
kendala teknis pada akun LMS mereka. Selanjutnya, aspek kualitatif dibagi kedalam rentang Sangat Baik, Baik, Cukup, dan Kurang / Perlu Bimbingan dan intervensi disajikan dalam tabel 3, sebagai berikut.
| Kategori | Indikator Keberhasilan | Prosentase |
|---|---|---|
| Sangat Baik (A) | Selalu menjaga kartu presensi fisik dengan baik (tidak pernah hilang), presensi LMS terisi di hari yang sama dengan kegiatan sholat zuhur berjamaah | Data dokumen & hasil observasi 80% –100% kehadiran sholat |
| Baik (B) | Melakukan presensi ke LMS di hari yang sama dengan kegiatan sholat zuhur berjamaah, pernah menghilangkan kartu satu kali dalam satu semester | Data dokumen & hasil observasi 70% –79% kehadiran sholat |
| Cukup (C) | Sering lupa melakukan presensi ke LMS sehingga datanya kosong (meskipun hadir sholat), atau ceroboh dalam menjaga kartu fisiknya | Data dokumen & hasil observasi 60%–69% kehadiran sholat |
| Kurang / Perlu Bimbingan (D) | Sering membiarkan kartunya hilang, tidak peduli terhadap pengisian data di LMS, atau melakukan kecurangan data presensi (menitipkan kartu ke teman). | Data dokumen & hasil observasidi bawah 60% kehadiran sholat |
7.4 Aspek Dukungan Manajemen dan Sarana Prasarana
Kuantitatif: Terserapnya minimal 95% dana anggaran (Dana BOS atau Sponsor) secara akurat untuk peningkatan fungsi tempat sholat serta renovasi tempat wudhu wanita sesuai target waktu.
Kualitatif: Terjalinnya sinergi yang solid antara Guru PAI dan Wali Kelas dalam validasi data harian, serta meningkatnya kepuasan orang tua...
yang dapat memantau grafik ibadah anak secara transparan melalui LMS. Berikut adalah tabel target realisasi kuantitatif program sholat zuhur berjamaah di SMAN 1 Mendo Barat
| Aspek Karakter | Indikator Keberhasilan | Target Persentase |
|---|---|---|
| Religious | Total murid hadir dan melaksanakan Sholat Zuhur berjamaah dalam 1 semester | ≥ 95% |
| Disiplin | Hadir sebelum iqamah berkumandang, mematuhi aturan pemisahan area jamaah, dan meletakkan alas kaki dengan cukup rapi | ≥ 70% |
| Tanggung Jawab | Melakukan presensi ke LMS di hari yang sama dengan kegiatan sholat zuhur berjamaah pernah menghilangkan kartu satu kali dalam satu semester | ≥ 70% |
| Manajemen dan sarana | Terserapnya minimal dana anggaran (Dana BOS atau Sponsor) secara akurat untuk peningkatan fungsi tempat sholat serta renovasi tempat wudhu wanita sesuai target waktu | ≥ 95% |
8. Evaluasi
Evaluasi program dilakukan secara berkala dan berjenjang untuk mengukur ketercapaian indikator keberhasilan, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta merumuskan langkah perbaikan. Proses...
evaluasi ini dibagi ke dalam tiga tahapan waktu sebagai berikut dalam tabel 5, Evaluasi program sholat zuhur berjamaah.
| Aspek Evaluasi | Uraian |
|---|---|
| Metode | Metode evaluasi menggunakan tehnik studi dokumen dan observasi |
| Waktu | Waktu evaluasi dilakukan secara mingguan, bulanan, dan setiap semester |
| Tindak Lanjut | Tindak lanjut hasil evaluasi berdasarkan pada hasil catatan / masukan / observasi / studi dokumen untuk selanjutnya dimusyawahkan untuk tindakan korektif atau perbaikan. |
Selanjutnya, setiap aspek evaluasi akan digambarkan sebagai berikut. Pertama, metode, Metode evaluasi menggunakan tehnik studi dokumen dan observasi. Studi dokumen adalah ruang presensi digital yang ada pada Learning Manajemen System (LMS) sekolah. Sementara itu, metode observasi dengan mengamati langsung kondisi sholat zuhur berjamaah apakah berjalan dengan tertib dan lancar.
Berikutnya, ruang digital presensi memuat data rekaman presensi sholat murid setiap hari. Sehingga, dari data inilah kemudian dilihat secara mingguan oleh wali kelas untuk melihat apakah perlu intervensi siswa tertentu di kelas asuh dari wali kelas tersebut bersama-sama dengan guru wali / BK misalnya. studi dokumen secara bulanan akan merekam data bulanan presensi sholat murid selama satu bulan. Selanjutnya, data disajikan dalam bentuk format PDF dan atau Excel dan di lampirkan pada laman masing-masing kelas digitalisasi presensi sholat zuhur yang dikelola oleh masing-masing wali kelas. Pada fase ini masih membutuhkan pendampingan dari admin LMS untuk administrasi presensi bulanan, begitu juga evaluasi pada setiap semester.
Akhirnya, setelah rangkaian metode evaluasi, waktu evaluasi, dan tahapan tindak lanjut menjadi bagian akhir dari tiga serangkaian evaluasi program sholat zuhur berjamaah di SMAN 1 Mendo Barat. Evaluasi fokus pada Tindak lanjut hasil evaluasi berdasarkan pada hasil catatan / masukan / observasi / studi dokumen untuk selanjutnya dimusyawahkan untuk tindakan korektif atau perbaikan.
Berikut adalah bagian dari cek poin evaluasi mingguan, bulanan, dan setiap semester.
1. Evaluasi Mingguan (Tingkat Kelas)
Setiap akhir pekan, Wali Kelas melakukan pemeriksaan (cross-check) terhadap rekapitulasi data presensi sholat murid yang terekam di LMS Sekolah. Wali Kelas mengidentifikasi murid yang tidak hadir tanpa keterangan sah atau yang memiliki kendala teknis dengan kartu presensinya. Hasil evaluasi mingguan ini digunakan untuk memberikan pembinaan persuasif awal kepada murid yang mulai menurun tingkat kedisiplinannya.
2. Evaluasi Bulanan (Tingkat Sekolah/Tim Pelaksana)
Rapat evaluasi bulanan dipimpin oleh Koordinator Program (Guru PAI) bersama seluruh Wali Kelas dan Pembina OSIS. Agenda utama rapat ini meliputi:
3. Evaluasi Semester (Tingkat Manajemen)
Pada akhir semester, Tim Pelaksana menyusun Laporan Akuntabilitas Program untuk diserahkan kepada Kepala Sekolah dan sebagai salah satu informasi untuk disampaikan kepada orang tua siswa terkait kehadiran setiap siswa pada kegiatan sholat zuhur berjamaah dan juga Komite Sekolah pada acara rapat. Evaluasi ini berfokus pada dampak jangka panjang terhadap perubahan karakter murid (Religius, Disiplin, Tanggung Jawab) yang disinkronkan dengan nilai sikap pada rapor kurikulum. Selain itu, dilakukan review penggunaan Anggaran Dana BOS dan atau dana Sponsor guna memastikan transparansi pengelolaan keuangan sekolah dalam tim internal SMAN 1 Mendo Barat. Akhirnya, disampaikan tabel ringkasan perencanaan program sholat zuhur berjamaah sebagai bagian akhir dari program pembinaan karakter murid melalui program sholat zuhur berjamaah di SMAN 1 Mendo Barat tahun 2026.
| Komponen | Uraian |
|---|---|
| Nama Program | GAS-SMANBAR (Gerakan Azan Siang SMAN 1 Mendo Barat) |
| Latar Belakang |
- VISI Sekolah (Beriman dan bertaqwa sebagai salah satu profil lulusan SMAN 1 Mendo Barat) - Melalui Observasi ditemukan banyak murid yang tidak sholat (Sekitar 15% murid sholat zuhur di mushola sekolah sementara yang lainnya tidak diketahui sholat dimana) |
| Tujuan |
1. Membentuk karakter religius 2. Menanamkan karakter disiplin, 3. Menumbuhkan karakter tanggung jawab |
| Bentuk Kegiatan | Sholat zuhur berjamaah |
| Jadwal | Setiap hari saat waktu tiba sholat zuhur |
| Penanggung Jawab | Guru PAI sebagai Pembina Rohis |
| Sumber Daya | Personalia, Sarana dan Prasarana, Anggaran |
| Indikator Keberhasilan | Aspek pembentukan karakter religius ≥ 95%, menanamkan karakter disiplin ≥ 70%, menumbuhkan karakter tanggung jawab ≥ 70%, dan terserapnya anggaran pendukung program sholat zuhur berjamaah ≥ 95% |
| Evaluasi | Mingguan, Bulanan dan Setiap Semester |
STOP
INI HALAMAN AKHIR PROGRAM PEMBINAAN KARAKTER MELALUI SHOLAT ZUHUR BERJAMAAH DI SMA N 1 MENDO BARAT