Gambar Utama 1 Gambar Utama 2

DAFTAR ISI

A. PROGRAM PEMBINAAN KARAKTER 1
1. Identitas Program 1
2. Latar Belakang 1
3. Tujuan Program 2
4. Rencana Kegiatan 3
5. Strategi / Metode 4
6. Sumber Daya 8
6. Indikator Keberhasilan 9
7. Evaluasi 13

A. PROGRAM PEMBINAAN KARAKTER

1. Identitas Program

Nama Program : GAS-SMANBAR (Gerakan Azan Siang SMAN 1 Mendo Barat)
Penanggung Jawab : Guru PAI dan Wali Kelas
Sasaran : Seluruh murid

2. Latar Belakang

SMAN 1 Mendo Barat secara geografis terletak di lingkungan masyarakat religious sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang menjadi bagian dalam proses pendidikan pembentukan karakter murid. Selanjutnya, pendidikan di sekolah tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan secara akademik, melainkan juga pada pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik. Di tengah tantangan era modern, sekolah memegang peranan krusial untuk membentengi generasi muda dengan nilai-nilai spiritual yang kuat. Program Sholat Zuhur Berjamaah ini hadir sebagai langkah konkret sekolah dalam mengintegrasikan nilai keagamaan ke dalam ekosistem pendidikan harian, guna membentuk lingkungan belajar yang harmonis dan berkarakter.

Nilai utama yang disasar melalui program ini adalah penanaman Membentuk Karakter Religius, Menanamkan Karakter Disiplin, dan Menumbuhkan Karakter Tanggung Jawab pada diri setiap murid. Aspek religius dipupuk melalui pembiasaan ibadah wajib secara konsisten untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Sementara itu, nilai disiplin dan tanggung jawab terbentuk secara alami ketika murid secara sadar menghentikan aktivitas lain saat azan berkumandang, bersegera menuju tempat ibadah, dan tertib mengikuti seluruh rangkaian sholat berjamaah tanpa perlu dipaksa.

Keberhasilan gerakan moral ini tidak dapat bertumpu pada satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh elemen sekolah. Guru PAI bertindak sebagai fasilitator utama yang...


Halaman | 1

memberikan bimbingan syariat dan penguatan spiritual di mushola. Di sisi lain, Wali Kelas berperan penting sebagai penggerak harian yang memotivasi, mengawasi, serta menjalin komunikasi intensif dengan murid di kelasnya masing-masing, sehingga program ini dapat berjalan secara inklusif bagi seluruh murid.

Guna mendukung akuntabilitas dan modernisasi program, sekolah menerapkan sistem pemantauan berbasis teknologi modern. Setiap murid dibekali sebuah kartu fisik sebagai penanda kehadiran sholat, yang datanya kemudian direkam dan diintegrasikan ke dalam sistem presensi digital Learning Management System (LMS) Sekolah. Pemanfaatan LMS ini tidak hanya memudahkan guru dalam melakukan evaluasi, tetapi juga memberikan transparansi bagi orang tua di rumah untuk ikut memantau perkembangan spiritualitas dan kedisiplinan anak mereka secara berkala.

Melalui sinergi antara nilai spiritual, kolaborasi guru, dan dukungan teknologi, program Sholat Zuhur Berjamaah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus matang secara spiritual. Program ini menjadi fondasi penting bagi sekolah dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap menghadapi tantangan masa depan, tetapi juga tetap teguh memegang prinsip-prinsip beriman dan bertaqwa sebagaimana tercantum dalam VISI sekolah dalam salah satu dari delapan dimensi profil lulusan sebagai Kompas arah proses Pendidikan di SMAN 1 Mendo Barat.

3. Tujuan Program

Program sholat zuhur berjamaah memiliki tiga tujuan utama, yakni: 1) membentuk karakter religious, 2)menanamkan karakter disiplin, dan 3)menumbuhkan karakter tanggung jawab. Selanjutnya diuraikan sebagai berikut.

3.1 Membentuk Karakter Religius

Membiasakan murid untuk melaksanakan ibadah wajib secara tepat waktu demi meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Halaman | 2
Menumbuhkan kesadaran spiritual dalam diri murid agar menjadikan sholat sebagai kebutuhan hidup, bukan sekadar menggugurkan kewajiban sekolah.
Menciptakan atmosfer lingkungan sekolah yang agamis, harmonis, dan sarat dengan nilai-nilai islami yang kuat.

3.2 Menanamkan Karakter Disiplin

Melatih murid untuk mampu mengelola waktu dengan baik, ditandai dengan kesadaran menghentikan aktivitas belajar atau istirahat saat azan berkumandang.
Membiasakan murid mematuhi peraturan dan tata tertib ibadah, mulai dari berwudhu dengan tertib, merapikan barisan (shaf), hingga menjaga ketenangan di dalam mushola.
Mendorong konsistensi kehadiran murid dalam kegiatan keagamaan sekolah melalui sistem presensi yang teratur.

3.3 Menumbuhkan Karakter Tanggung Jawab

Melatih kemandirian murid dalam mengelola kewajiban ibandahnya yang dibuktikan secara jujur melalui kepemilikan kartu kontrol sholat harian.
Menanamkan rasa tanggung jawab digital pada murid untuk memastikan kehadiran mereka terekam dengan benar pada sistem Learning Management System (LMS) Sekolah.
Membina kesadaran murid akan tanggung jawab moral terhadap diri sendiri, guru, orang tua, dan Tuhan atas setiap amalan yang mereka lakukan.

4. Rencana Kegiatan

Pelaksanaan program Sholat Zuhur Berjamaah diintegrasikan secara penuh ke dalam Struktur Kurikulum Sekolah sebagai bagian dari kegiatan pembiasaan karakter yang terstruktur. Program ini bukan merupakan aktivitas tambahan di luar jam sekolah (ekstrakurikuler), melainkan bagian integral dari alokasi waktu intrakurikuler atau...


Halaman | 3

kokurikuler yang telah ditetapkan dalam kalender akademik. Melalui kebijakan ini, sekolah memberikan jaminan regulasi bahwa setiap murid memiliki hak dan waktu yang cukup untuk melaksanakan ibadah tanpa mengorbankan jam pelajaran lainnya.

Secara teknis, kegiatan ini dilaksanakan setiap hari sekolah (Senin sampai dengan Jumat) yang disesuaikan secara presisi dengan jadwal waktu sholat zuhur wilayah setempat. Sekolah telah mengatur alokasi waktu khusus (blok waktu) di dalam jadwal pelajaran harian, berdurasi sekitar 30 hingga 45 menit, yang ditempatkan di antara sesi kelas mandiri atau menjelang istirahat kedua. Penjadwalan yang tersinkronisasi dengan sistem kurikulum ini memastikan seluruh elemen sekolah—baik murid, Guru PAI, maupun Wali Kelas—dapat bergerak bersama secara serentak, tertib, dan konsisten setiap harinya.

5. Strategi / Metode

Untuk memastikan program Sholat Zuhur Berjamaah berjalan secara efektif, konsisten, dan mencapai target pembentukan karakter yang diharapkan, sekolah menerapkan empat strategi utama sebagai berikut:

5.1 Integrasi Teknologi Melalui Ekosistem Digital (LMS)

Sekolah memanfaatkan teknologi sebagai alat kontrol utama akuntabilitas ibadah murid. Setiap murid dibekali kartu presensi fisik yang wajib dibawa ke mushola. Setelah pelaksanaan sholat, data dari kartu tersebut direkam dan diintegrasikan secara real-time ke dalam Learning Management System (LMS) Sekolah. Strategi digitalisasi ini memberikan kemudahan dalam pengolahan data, rekam jejak yang akurat, serta keterbukaan informasi yang dapat diakses langsung oleh orang tua di rumah untuk pengawasan bersama.

5.2 Pengawasan Kolaboratif Berbasis Lintas Peran

Keberhasilan program ini dikawal melalui pembagian tugas yang sinergis antara Guru PAI dan Wali Kelas. Guru PAI bertindak sebagai


Halaman | 4

pengarah substansi keagamaan, imam sholat guru pria terjadwal, serta koordinator pengisi kultum (kuliah tujuh menit) bagian dari kokurikuler untuk penguatan nilai religius. Sementara itu, Wali Kelas bertindak sebagai manajer lini depan yang melakukan pengkondisian murid di kelas sebelum ke mushola, mengawasi ketertiban barisan (shaf), serta memvalidasi keabsahan data presensi presisi harian murid di LMS.

5.3 Pendekatan Pembiasaan Terstruktur (Habituation Approach)

Pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab dilakukan melalui metode pembiasaan yang dipaksakan di awal (enforced), ditumbuhkan kegiatannya secara konsisten (habituated), hingga akhirnya menjadi kesadaran internal (internalized). Dengan memasukkan kegiatan ini ke dalam jam wajib kurikulum, murid dilatih untuk secara otomatis menghentikan segala aktivitas belajar mengajar ketika azan berkumandang dan langsung mengambil air wudhu tanpa perlu menunggu instruksi berulang-ulang.

5.4 Penerapan Sistem Apresiasi dan Pendampingan Khusus

Untuk menjaga motivasi dan komitmen murid, sekolah menerapkan sistem penghargaan (reward) melalui MAPEL PAI dan intervensi yang mendidik. Secara berkala (setiap bulan), sekolah akan memberikan apresiasi kepada kelas atau murid dengan tingkat persentase kehadiran terbaik di LMS. Sebaliknya, bagi murid yang memiliki catatan kehadiran rendah atau sering melanggar ketertiban, Wali Kelas bersama Guru PAI akan melakukan pendekatan persuasif dan pendampingan khusus untuk mengurai kendala yang dihadapi murid tersebut.

Berikut adalah gambaran Standar Operasional Prosedur (SOP) pembentukan karakter murid melalui sholat zuhur berjamaah di SMAN 1 dalam gambar 1. SOP tatakelola sholat zuhur berjamaah yang menggambarkan tahapan prosedur untuk dipedomani khususnya bagi wali...


Halaman | 5

kelas untuk mendorong kesadaran bersama untuk melaksanakan sholat zuhur berjamaah.

Logo SMAN 1 Mendo Barat
SOP TATAKELOLA SHOLAT ZUHUR BERJAMAAH
No. Dokumen: SOP/SMAN1MENDOBARAT/MGE/027 Status: Berlaku Operasional

| 1. TUJUAN

Membiasakan seluruh warga sekolah, khususnya murid, untuk melaksanakan sholat Zuhur secara berjamaah.
Membentuk Karakter Religius, Menanamkan Karakter Disiplin, Menumbuhkan Karakter Tanggung Jawab, serta mempererat kebersamaan di lingkungan sekolah.
Menjamin kelancaran, ketertiban, dan kebersihan fasilitas tempat ibadah selama kegiatan sholat berjamaah berlangsung.
Membentuk karakter murid yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai salah satu profil lulusan berdasarkan VISI sekolah.

| 2. CAKUPAN

Kepala Sekolah, Tim Rohis, Koordinator kegiatan, Wali Kelas, Koordinator Kelas, serta seluruh Peserta Didik SMAN 1 Mendo Barat.

| 3. DEFINISI

Tatakelola Sholat Zuhur Berjamaah adalah rangkaian prosedur terstruktur mulai dari persiapan sarana ibadah, mobilisasi peserta didik, pelaksanaan sholat berjamaah di sekolah, hingga pemeliharaan ketertiban dan kebersihan area mushola Darul Ilmi.

| 4. RINCIAN PROSEDUR KERJA

NO. TAHAPAN KEGIATAN / PROSES TANGGUNG JAWAB
4.1 Persiapan Sarana & Kebersihan Tempat Ibadah TIM ROHIS
4.2 Mobilisasi & Pengarahan Murid jam ke-7  WALI KELAS
4.3 Pelaksanaan Sholat Berjamaah PETUGAS IMAM
4.4 Rapikan Kembali Sarana Ibadah TIM ROHIS

| 5. ALUR TATAKELOLA SHOLAT ZUHUR BERJAMAAH

TAHAP 1
Persiapan Tempat Ibadah

Halaman | 6
Pengecekan kebersihan mushola, ketersediaan air wudhu, dan penyiapan perangkat pengeras suara.
Tahap II
Mobilisasi Siswa
Pengarahan oleh wali kelas jam ke-7 menuju tempat ibadah secara tertib sesuai jadwal sholat zuhur.
Tahap III
Pelaksanaan Sholat Berjamaah
Pelaksanaan wudhu tertib, penataan shaf, pelaksanaan sholat Zuhur berjamaah, dilanjutkan doa.
Tahap IV
Pemberesan & Kembali ke Kelas
Siswa merapikan perlengkapan sholat (mukena/sarung/sajadah) ke tempat semula, menerima kartu sholat, dan kembali ke kelas dengan tertib.
Tahap V
Pencatatan & Pelaporan
Tim koordinator kelas melakukan rekapitulasi kehadiran melalui LMS didampingi guru MAPEL yang mengajar jam ke-8.

Gambar 1. SOP tatakelola sholat zuhur berjamaah.


Halaman | 7

6. Sumber Daya

Keberhasilan dan keberlanjutan program Sholat Zuhur Berjamaah ini didukung oleh pengelolaan sumber daya yang optimal, yang meliputi aspek manusia, fasilitas fisik spesifik, serta alokasi finansial terarah sebagai berikut:

6.1 Personalia

Guru dan Kelompok Rohis: Guru PAI Bertindak sebagai pembimbing utama keagamaan, imam sholat oleh guru laki-laki secara terjadwal, penyampai kultum terintegrasi pada kegiatan ko-kurikuler, serta koordinator teknis peribadatan di mushola; petugas kebersihan oleh rohis, petugas azan dan ikomat, menyalakan dan mematikan sound sistem mushola.
Wali Kelas: Berperan sebagai penggerak harian yang mengondisikan murid di kelas, memantau ketertiban shaf, dan memvalidasi presensi digital murid.
Petugas Presensi Digital Kelas: Dua orang murid setiap kelas terlibat aktif dalam mengoordinasikan operasional di dikelas, seperti memberikan kartu presensi sholat dan melaksanakan kelancaran proses digitalisasi presensi pada jam ke-8 didampingi guru mata pelajaran.

6.2 Sarana Prasarana

Mushola Sekolah: Menjadi pusat seluruh rangkaian kegiatan ibadah harian sholat zuhur berjamaah.
Tempat Sholat Laki-Laki dan Perempuan: Area ibadah di dalam mushola yang disekat secara jelas (tabir/hijab) guna menjaga privasi, kenyamanan, serta kekhusyukan jamaah laki-laki dan perempuan selama beribadah.
Sound Sistem: Perangkat pengeras suara yang andal di dalam dan luar mushola untuk memastikan azan, iqamah, bacaan imam, serta kultum terdengar jelas oleh seluruh murid.

Halaman | 8
Tempat Wudhu Laki-Laki dan Perempuan: Fasilitas pembasuhan yang terpisah secara fisik untuk menjaga kenyamanan murid serta kelancaran antrean wudhu sebelum sholat dimulai.
Ketersediaan Air: Jaminan pasokan air bersih yang melimpah dan mengalir lancar dari tangki penyimpanan sekolah, guna memenuhi kebutuhan wudhu seluruh murid secara serentak.

6.2 Anggaran

Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah): Dialokasikan untuk peningkatan fungsi dan jumlah keran tempat wudhu untuk mengakomodir antrian, peningkatan fungsi tempat sholat murid perempuan, pemeliharaan berkala sound sistem, serta penggantian kartu kontrol sholat murid.

7. Indikator Keberhasilan

Untuk mengukur efektivitas dan keberhasilan program Sholat Zuhur Berjamaah dalam membentuk karakter murid, ditetapkan beberapa indikator capaian program. Berikut adalah rumusan Indikator Keberhasilan Program yang disusun secara terukur (kuantitatif) dan deskriptif (kualitatif) berdasarkan tiga pilar karakter utama serta aspek manajemen program:

7.1 Aspek Pembentukan Karakter Religius

Kuantitatif: Target 95% dari total murid hadir dan melaksanakan Sholat Zuhur berjamaah secara rutin setiap hari berdasarkan rekaman data di LMS Sekolah (diukur melalui data presensi sholat zuhur murid di LMS).

Kualitatif: Meningkatnya kesadaran beribadah murid yang ditandai dengan kekhusyukan saat sholat, tertib saat mendengarkan kultum, dan berkurangnya perilaku bergurau di dalam mushola (diukur melalui observasi lapangan).


Halaman | 9

7.2 Aspek Penanaman Karakter Disiplin

Kuantitatif: Menurunnya persentase keterlambatan murid masuk ke area mushola sebesar 80% dalam waktu tiga bulan sejak program diintegrasikan ke dalam LMS Sekolah.

Kualitatif: Terbentuknya kebiasaan murid yang sigap menghentikan aktivitas belajar atau istirahat saat azan berkumandang, serta tertib mengantre wudhu tanpa menimbulkan kegaduhan (diukur melalui catatan harian wali kelas).

7.3 Aspek Menumbuhkan Karakter Tanggung Jawab

Kuantitatif: Pencapaian 100% kepemilikan dan penggunaan kartu kontrol sholat harian secara aktif oleh seluruh murid yang divalidasi setiap akhir pekan.

Kualitatif: Meningkatnya kesadaran mandiri murid dalam menjaga kebersihan fasilitas bersama, merapikan kembali sajadah/mukena setelah digunakan, serta memastikan presensi digital mereka terinput dengan benar pada sistem LMS tanpa perlu pengawasan ketat.


Halaman | 10

8. Evaluasi

Evaluasi program Sholat Zuhur Berjamaah dilakukan secara berkala untuk mengukur ketercapaian target pembentukan karakter serta mengidentifikasi kendala teknis di lapangan. Proses evaluasi ini mencakup rekapitulasi mingguan data presensi digital pada sistem LMS oleh Wali Kelas, laporan bulanan dari Guru PAI mengenai ketertiban ibadah, serta rapat koordinasi triwulan bersama Kepala Sekolah guna membahas optimalisasi sarana prasarana penunjang. Hasil evaluasi ini menjadi dasar bagi sekolah untuk melakukan perbaikan berkelanjutan demi menjaga konsistensi mutu program.


Halaman | 11

Selanjutnya, aspek kualitatif dibagi kedalam rentang Sangat Baik, Baik, Cukup, dan Kurang / Perlu Bimbingan dan intervensi ditampilkan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 1. Kategori, indikator keberhasilan, prosentase aspek pembentukan karakter religious
Kategori Indikator Keberhasilan Prosentase
Sangat Baik (A) Konsisten hadir sholat berjamaah di mushola, menunjukkan kekhusyukan tinggi, tidak bergurau, dan tertib mendengarkan seluruh rangkaian kegiatan Data di LMS 95%–100% kehadiran sholat
Baik (B) Sering hadir sholat berjamaah mengikuti rangkaian sholat dengan tertib, meskipun sesekali masih perlu diingatkan untuk fokus saat kultum Data di LMS 85% –94% kehadiran sholat
Cukup (C) Jarang hadir sholat berjamaah atau sering terlihat kurang serius (mengobrol/bergurau) saat berada di dalam mushola Data di LMS 75% –84% kehadiran sholat
Kurang / Perlu Bimbingan (D) Sering tidak hadir tanpa alasan yang sah atau sering mengganggu kekhusyukan jamaah lain sehingga memerlukan pemanggilan khusus Data di LMS di bawah 75% kehadiran sholat

7.2 Aspek Menanamkan Karakter Disiplin

Kuantitatif: Penurunan angka keterlambatan murid menuju mushola, di mana seluruh murid sudah berada di area wudhu atau di dalam mushola maksimal 5 menit setelah azan selesai berkumandang dengan target Baik [70% – 79%].

Kualitatif: Terbentuknya budaya tertib tanpa paksaan, ditandai dengan kerapihan barisan (shaf) sholat, kepatuhan dalam memisahkan area laki-laki dan perempuan, serta keteraturan saat...


Halaman | 11

meletakkan alas kaki pada tempatnya. Selanjutnya, aspek kualitatif dibagi kedalam rentang Sangat Baik, Baik, Cukup, dan Kurang / Perlu Bimbingan dan intervensi disajikan dalam tabel 2 sebagai berikut:

Tabel 2. Kategori, indikator keberhasilan, prosentase aspek menanamkan disiplin
Kategori Indikator Keberhasilan Prosentase
Sangat Baik (A) Selalu tiba di mushola/tempat wudhu tepat waktu (maksimal 5 menit setelah azan), merapikan sandal pada tempatnya, dan langsung membentuk shaf yang rapi Data observasi dan dokumen  80%–100% kehadiran sholat
Baik (B) Hadir sebelum iqamah berkumandang, mematuhi aturan pemisahan area jamaah, dan meletakkan alas kaki dengan cukup rapi Data observasi dan dokumen 70%–79% kehadiran sholat
Cukup (C) Sering datang terlambat (setelah sholat dimulai), atau berulang kali diingatkan untuk merapikan barisan dan alas kakinya Data observasi dan dokumen 60%–69% kehadiran sholat
Kurang / Perlu Bimbingan (D) Sering sengaja menunda waktu ke mushola hingga sholat hampir selesai, atau mengabaikan tata tertib umum yang berlaku di mushola. Data observasi dan dokumen di bawah 60% kehadiran sholat

7.3 Aspek Menumbuhkan Karakter Tanggung Jawab

Kuantitatif: Tingkat kehilangan atau kerusakan kartu presensi fisik murid berada di bawah 2% setiap bulannya, menunjukkan kepedulian murid dalam menjaga barang pribadi.

Kualitatif: Murid secara mandiri dan jujur menyerahkan kartu presensi sholat pada jam ke-8 kepada guru MAPEL yang pada saat itu mengajar, serta menunjukkan inisiatif untuk melapor kepada Wali Kelas jika terjadi...


Halaman | 12

kendala teknis pada akun LMS mereka. Selanjutnya, aspek kualitatif dibagi kedalam rentang Sangat Baik, Baik, Cukup, dan Kurang / Perlu Bimbingan dan intervensi disajikan dalam tabel 3, sebagai berikut.

Tabel 3. Kategori, indikator keberhasilan, prosentase aspek menumbuhkan karakter tanggung jawab
Kategori Indikator Keberhasilan Prosentase
Sangat Baik (A) Selalu menjaga kartu presensi fisik dengan baik (tidak pernah hilang), presensi LMS terisi di hari yang sama dengan kegiatan sholat zuhur berjamaah Data dokumen & hasil observasi 80% –100% kehadiran sholat
Baik (B) Melakukan presensi ke LMS di hari yang sama dengan kegiatan sholat zuhur berjamaah, pernah menghilangkan kartu satu kali dalam satu semester Data dokumen & hasil observasi 70% –79% kehadiran sholat
Cukup (C) Sering lupa melakukan presensi ke LMS sehingga datanya kosong (meskipun hadir sholat), atau ceroboh dalam menjaga kartu fisiknya Data dokumen & hasil observasi 60%–69% kehadiran sholat
Kurang / Perlu Bimbingan (D) Sering membiarkan kartunya hilang, tidak peduli terhadap pengisian data di LMS, atau melakukan kecurangan data presensi (menitipkan kartu ke teman). Data dokumen & hasil observasidi bawah 60% kehadiran sholat

7.4 Aspek Dukungan Manajemen dan Sarana Prasarana

Kuantitatif: Terserapnya minimal 95% dana anggaran (Dana BOS atau Sponsor) secara akurat untuk peningkatan fungsi tempat sholat serta renovasi tempat wudhu wanita sesuai target waktu.

Kualitatif: Terjalinnya sinergi yang solid antara Guru PAI dan Wali Kelas dalam validasi data harian, serta meningkatnya kepuasan orang tua...


Halaman | 13

yang dapat memantau grafik ibadah anak secara transparan melalui LMS. Berikut adalah tabel target realisasi kuantitatif program sholat zuhur berjamaah di SMAN 1 Mendo Barat

Tabel 4. Target realisasi peningkatan karakter murid melalui sholat zuhur berjamaah
Aspek Karakter Indikator Keberhasilan Target Persentase
Religious Total murid hadir dan melaksanakan Sholat Zuhur berjamaah dalam 1 semester ≥ 95%
Disiplin Hadir sebelum iqamah berkumandang, mematuhi aturan pemisahan area jamaah, dan meletakkan alas kaki dengan cukup rapi ≥ 70%
Tanggung Jawab Melakukan presensi ke LMS di hari yang sama dengan kegiatan sholat zuhur berjamaah pernah menghilangkan kartu satu kali dalam satu semester ≥ 70%
Manajemen dan sarana Terserapnya minimal dana anggaran (Dana BOS atau Sponsor) secara akurat untuk peningkatan fungsi tempat sholat serta renovasi tempat wudhu wanita sesuai target waktu ≥ 95%

8. Evaluasi

Evaluasi program dilakukan secara berkala dan berjenjang untuk mengukur ketercapaian indikator keberhasilan, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta merumuskan langkah perbaikan. Proses...


Halaman | 14

evaluasi ini dibagi ke dalam tiga tahapan waktu sebagai berikut dalam tabel 5, Evaluasi program sholat zuhur berjamaah.

Tabel 5. Evaluasi program sholat zuhur berjamaah
Aspek Evaluasi Uraian
Metode Metode evaluasi menggunakan tehnik studi dokumen dan observasi
Waktu Waktu evaluasi dilakukan secara mingguan, bulanan, dan setiap semester
Tindak Lanjut Tindak lanjut hasil evaluasi berdasarkan pada hasil catatan / masukan / observasi / studi dokumen untuk selanjutnya dimusyawahkan untuk tindakan korektif atau perbaikan.

Selanjutnya, setiap aspek evaluasi akan digambarkan sebagai berikut. Pertama, metode, Metode evaluasi menggunakan tehnik studi dokumen dan observasi. Studi dokumen adalah ruang presensi digital yang ada pada Learning Manajemen System (LMS) sekolah. Sementara itu, metode observasi dengan mengamati langsung kondisi sholat zuhur berjamaah apakah berjalan dengan tertib dan lancar.

Berikutnya, ruang digital presensi memuat data rekaman presensi sholat murid setiap hari. Sehingga, dari data inilah kemudian dilihat secara mingguan oleh wali kelas untuk melihat apakah perlu intervensi siswa tertentu di kelas asuh dari wali kelas tersebut bersama-sama dengan guru wali / BK misalnya. studi dokumen secara bulanan akan merekam data bulanan presensi sholat murid selama satu bulan. Selanjutnya, data disajikan dalam bentuk format PDF dan atau Excel dan di lampirkan pada laman masing-masing kelas digitalisasi presensi sholat zuhur yang dikelola oleh masing-masing wali kelas. Pada fase ini masih membutuhkan pendampingan dari admin LMS untuk administrasi presensi bulanan, begitu juga evaluasi pada setiap semester.


Halaman | 15

Akhirnya, setelah rangkaian metode evaluasi, waktu evaluasi, dan tahapan tindak lanjut menjadi bagian akhir dari tiga serangkaian evaluasi program sholat zuhur berjamaah di SMAN 1 Mendo Barat. Evaluasi fokus pada Tindak lanjut hasil evaluasi berdasarkan pada hasil catatan / masukan / observasi / studi dokumen untuk selanjutnya dimusyawahkan untuk tindakan korektif atau perbaikan.

Berikut adalah bagian dari cek poin evaluasi mingguan, bulanan, dan setiap semester.

1. Evaluasi Mingguan (Tingkat Kelas)

Setiap akhir pekan, Wali Kelas melakukan pemeriksaan (cross-check) terhadap rekapitulasi data presensi sholat murid yang terekam di LMS Sekolah. Wali Kelas mengidentifikasi murid yang tidak hadir tanpa keterangan sah atau yang memiliki kendala teknis dengan kartu presensinya. Hasil evaluasi mingguan ini digunakan untuk memberikan pembinaan persuasif awal kepada murid yang mulai menurun tingkat kedisiplinannya.

2. Evaluasi Bulanan (Tingkat Sekolah/Tim Pelaksana)

Rapat evaluasi bulanan dipimpin oleh Koordinator Program (Guru PAI) bersama seluruh Wali Kelas dan Pembina OSIS. Agenda utama rapat ini meliputi:

Menganalisis grafik persentase kehadiran total seluruh murid di kelas.
Mengevaluasi kondisi ketertiban di mushola, hambatan teknis pengeras suara (sound system), kecukupan debit air wudhu, serta progres fisik peningkatan fungsi tempat wudhu wanita.
Menentukan kelas terbaik yang berhak menerima penghargaan (reward) bulanan atas kedisiplinan mereka (opsional).

Halaman | 16

3. Evaluasi Semester (Tingkat Manajemen)

Pada akhir semester, Tim Pelaksana menyusun Laporan Akuntabilitas Program untuk diserahkan kepada Kepala Sekolah dan sebagai salah satu informasi untuk disampaikan kepada orang tua siswa terkait kehadiran setiap siswa pada kegiatan sholat zuhur berjamaah dan juga Komite Sekolah pada acara rapat. Evaluasi ini berfokus pada dampak jangka panjang terhadap perubahan karakter murid (Religius, Disiplin, Tanggung Jawab) yang disinkronkan dengan nilai sikap pada rapor kurikulum. Selain itu, dilakukan review penggunaan Anggaran Dana BOS dan atau dana Sponsor guna memastikan transparansi pengelolaan keuangan sekolah dalam tim internal SMAN 1 Mendo Barat. Akhirnya, disampaikan tabel ringkasan perencanaan program sholat zuhur berjamaah sebagai bagian akhir dari program pembinaan karakter murid melalui program sholat zuhur berjamaah di SMAN 1 Mendo Barat tahun 2026.

Tabel 6. Ringkasan tabel perencanaan program sholat zuhur berjamaah.
Komponen Uraian
Nama Program GAS-SMANBAR (Gerakan Azan Siang SMAN 1 Mendo Barat)
Latar Belakang

- VISI Sekolah (Beriman dan bertaqwa sebagai salah satu profil lulusan SMAN 1 Mendo Barat)

- Melalui Observasi ditemukan banyak murid yang tidak sholat (Sekitar 15% murid sholat zuhur di mushola sekolah sementara yang lainnya tidak diketahui sholat dimana)

Tujuan 1. Membentuk karakter religius
2. Menanamkan karakter disiplin,
3. Menumbuhkan karakter tanggung jawab
Bentuk Kegiatan Sholat zuhur berjamaah
Jadwal Setiap hari saat waktu tiba sholat zuhur

Halaman | 17
Penanggung Jawab Guru PAI sebagai Pembina Rohis
Sumber Daya Personalia, Sarana dan Prasarana, Anggaran
Indikator Keberhasilan Aspek pembentukan karakter religius ≥ 95%, menanamkan karakter disiplin ≥ 70%, menumbuhkan karakter tanggung jawab ≥ 70%, dan terserapnya anggaran pendukung program sholat zuhur berjamaah ≥ 95%
Evaluasi Mingguan, Bulanan dan Setiap Semester

STOP
INI HALAMAN AKHIR PROGRAM PEMBINAAN KARAKTER MELALUI SHOLAT ZUHUR BERJAMAAH DI SMA N 1 MENDO BARAT


Halaman | 18